Buku Tamu

Terima kasih telah berkenan untuk berkunjung ke blog saya, mohon maaf jika ada suatu hal di dalam blog ini yang kurang berkenan bagi Bapak/Ibu/Sdr/i.

Kami persilahkan Bapak/Ibu/Sdr/i untuk mengisi buku tamu, atau kirimkan pesan lewat contact form di bawah ini.

9 Tanggapan ke “Buku Tamu”

  1. Aji Berkata:

    Boleh tau ga artinya ee voi, tu dari bahasa mana?

  2. cecep Berkata:

    lam knl…sy orang bogor cuma mo tanya klo raden cakrawala tuh sapa yach?

  3. Yusuf Berkata:

    assalamu’alaikum….salam kenal….
    saya mau copy artikel di blog ini boleh ya….Jazakalloh khoir…wassalamu’alaikum…

    Yusuf Mansur

    wa’alaikumsalam
    Monggo mas, untuk beberapa artikel yang saya ambil dari sumber lain, mohon dicantumkan juga sumbernya…

  4. Roelly Berkata:

    Salam kenal, Tuan/Nyonya/Nona, saya orang Bekasi.
    Profil saya selengkapnya ada di indonesiaindonesia.com
    Semoga saya diterima dan tambah pinter di blog eevooi ini.

  5. cincin Berkata:

    Prabu Kian Santang atau Pangeran Walangsungsang atau Sunan Rohmat atau Sunan Godog atau Ki Samadullah atau Abdullah Iman atau Pangeran Cakrabuana atau Hurang Sasakan atau Sri Mangana atau Gagak Lumayung atau Maulana Ifdil Hanafi atau Haji Tan Eng Hoat dilahirkan sekitar tahun 1423 M merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yaitu Nyai Rara Santang atau Nyai Hajjah Syarifah Mudhaim lahir sekitar tahun 1426 M dan Raja Sangara lahir sekitar tahun 1428 M. Dari hasil perkawinan antara Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang atau Nyai Subang Karancang.
    saya pernah baca sejarahnya H.TAN ENG HOAT, yang dimakamkan di talang (cirebon),namun dalam buku yang saya baca tidak ada sangkut pautnya dengan kian santang,bila anda punya datanya tolong diceritakan atau kirim ke mail saya
    karna saya suka sekali akan sejarah

  6. indra Berkata:

    hm…..m….
    makam eyAng sunan,,,,

    dinA duLur baThin palingan……

  7. misbah Berkata:

    assalamualaikum

  8. budak baonxz Berkata:

    Sampurasun…
    manawi gaduh referensi perkawis warga baduy nu nyebatkeun parjuritna prabu siliwangi nolak lebet islam dasarna timana, masalahna abdi kantos naros ka urang rangkasbitung/lebak bahwa urang baduy eta karuhuna ti portugis….naha leres janten nu leres nu mana?

Tinggalkan Balasan