Teroris vs Pemanasan Global

Efek yang diakibatkan

Kehancuran yang ditimbulkan oleh teroris dan efeknya bagi umat manusia, dapat dilihat dan dirasakan langsung saat kejadian teror tersebut, dan efek psikologis mungkin bisa timbul satu generasi dari teroris. Selain korban yang menjadi target teroris umumnya adalah orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan tujuan teror tersebut, efek psikologis korban maupun yang tidak menjadi korban, berupa ketakutan akan terjadinya aksi teror yang dapat dialami sewaktu-waktu, karena aksi teror terjadi akibat terlambatnya aksi intelijen dan pihak keamanan. Akan tetapi tidak semua manusia merasakan langsung dampak yang diakibatkan oleh aksi teroris tersebut.

Efek kehancuran yang diakibatkan oleh pemanasan global jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan efek aksi teroris, karena efeknya akan dirasakan oleh seluruh mahluk yang ada di bumi, tanpa kecuali. Yang lebih mengerikan lagi dampaknya yang ditimbulkan akan dirasakan tidak hanya oleh satu generasi, tapi oleh generasi selanjutnya, atau bahkan dapat hilangnya suatu generasi di suatu wilayah, mungkin bisa kita bayangkan dari sekarang wilayah Afrika dilanda kekeringan berkepanjangan dan wilayah Eropa membeku…. !!! jika diabaikan penanggulangannya mungkin dapat berakibat yang lebih ekstrim yaitu kehancuran total (kiamat).

Penanganan Masalah

Dalam penanganan kedua masalah tersebut, sangat dibutuhkan kesadaran seluruh umat manusia dan didukung dengan kebijakan yang dihasilkan oleh negara-negara di seluruh dunia dalam menangani permasalah ini.

Kebijakan negara-negara di dunia, khususnya negara Amerika Serikat sebagai negara adidaya dan memproklamirkan dirinya sebagai polisi dunia, sangat tidak proporsional. Dalam kebijakan terorisme, Amerika (dan negara-negara sekutunya ) dengan “gagah beraninya membuat kehancuran yang lebih besar dimana-mana” tanpa memperdulikan PBB sebagai institusi yang mewakili negara-negara di dunia, dengan alasan kebijakan terorisme dinegaranya. Yang jika dilihat perbandingan dampak korban dan kehancuran yang diakibatkan dari kebijakan Amerika dalam melawan terorisme jauh lebih besar daripada dampak terorisme itu sendiri. Lalu dimanakah posisi HAM yang selalu mereka “junjung tinggi”. Akar permasalah munculnya terorisme adalah ketidak-adilan, seharusnya dari situlah memulainya dalam menyelesaikan permasalah terorisme.

Permasalahan pemanasan global, sudah banyak negara-negara yang mendukung upaya penyelesaiannya, salah satunya adalah dengan adanya protokol Kyoto, 172 negara dan entitas pemerintah sudah meratifikasi protokol Kyoto yang mengharuskan mereka memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca menjelang 2012, kecuali untuk negara-negara berkembang, akan tetapi negara seperti China dan India yang termasuk mendapat pengecualian, sedang dalam perjalanan untuk mengalahkan Amerika Serikat sebagai pencemar terbesar di dunia, bahkan berdasarkan informasi terakhir, Cina sudah mengalahkan Amerika. Dan Washington menjadikan pengecualian itu sebagai argumen utama untuk tidak menandatangani protokol yang ditetapkan tahun 1997 tersebut.
Sampai saat ini Amerika tetap menunjukan “kegagah-beranian” mereka di mata dunia, padahal Amerika adalah penghasil emisi CO2 terbesar di dunia walaupun beradasarkan hasil penelitian terakhir, saat ini turun menjadi kedua, dikalahkan oleh Cina. Hal ini dijadikan pula oleh Amerika serikat salah satu pembenaran dari kebijakannya yang tetap menolak Protokol Kyoto dan menganggap Protokol Kyoto “cacat”.
Akan tetapi Cina tidak “arogan” seperti Amerika, mereka sudah memiliki perhatian dalam hal ini dan berusaha menurunkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan negaranya.
Sedangkan Amerika sepertinya benar-benar menujukan diri sebagai negara yang angkuh, di bawah ini pernyataan presiden Bush yang diambil dari harian Republika:
“Amerika Serikat menangani tantangan ini dengan sungguh-sungguh dan kami secara efektif melawan perubahan iklim lewat peraturan-peraturan, kemitraan pemerintah-swasta, insentif-insentif dan investasi besar dalam teknologi-teknologi baru,” kata Bush sambil mengulangi penolakannya untuk menyetujui pembatasan gas rumah kaca secara mengikat.
“Pedoman prinsip kita sudah jelas; kita akan memimpin dunia untuk menghasilkan makin sedikit emisi gas rumah kaca, dan kita harus melakukannya melalui jalan yang tidak meruntuhkan pertumbuhan ekonomi atau mencegah bangsa-bangsa memberikan kemakmuran yang lebih besar bagi rakyat masing-masing.”

Dari semua keterangan di atas tadi, sepertinya kita tidak dapat mengandalkan “polisi dunia” dalam menyelesaikan permasalahan dunia, karena mereka akan selalu berfikir kemakmuran yang lebih besar bagi rakyatnya dengan tidak perlu memperdulikan kehancuran rakyat bangsa lain. Dalam menyelesaikan permasalah teroris, pada kenyataannya Amerika juga yang diuntungkan, bahkan bisa dibilang untung besar, diantaranya dalam eksplorasi minyak, penjualan senjata dan rekonstruksi pasca perang, itu semua untuk kemakmuran rakyatnya, tanpa memperdulikan rakyat Afganistan dan Irak. Dalam masalah pemanasan global, mereka mengeluarkan insentif dan investasi untuk teknologi baru, mungkinkah teknologi yang dihasilkannya akan diberikan cuma-cuma kepada negara lain?? padahal rakyat di luar Amerika juga ikut merasakan kerugian yang diakibatkan dari kemakmuran yang dinikmati rakyat Amerika. Wallahu a’lam…

____________________________________________________________________________________________________________________

Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (Al Baqarah;2 : 11)

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar Ruum;30 : 41)

____________________________________________________________________________________________________________________

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: