Pengikut Aliran Sesat Jangan Dikafirkan

Surabaya (ANTARA News) – Dosen dan peneliti Islam dari Perancis, Eric Geoffroy mengatakan, aliran-aliran sesat yang akhir-akhir ini marak hendaknya jangan dikafirkan.

“Aliran sesat itu pemahaman Islam yang parsial, karena itu jangan dikafirkan, tapi ajak dialog. Kalau dikafirkan, maka mereka takkan pernah memahami Islam secara utuh,” katanya di Surabaya, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu, dalam seminar tentang “Islam dan Pluralisme, Pluralisme dalam Islam” di kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya, dengan moderator Hammis Syafaq Lc M.Fil.I.

Menurut dosen di Departemen Arab, Universitas Marc Bloch di Strasbourg, Prancis itu, pluralisme dalam Islam harus difahami bahwa umat Islam itu bisa bersatu dengan tidak saling menyalahkan yang lainnya.

“Selama ini, banyak yang tahu tentang pluralisme dalam Islam, tapi mereka belum memahami dan cenderung menyalahkan tentang pembahasan tentang Pluralisme dalam Islam,” katanya.

Pluralisme dalam Islam, menurut dia, sering dimaknai sebagai pengakuan bahwa semua agama adalah sama. Padahal pluralisme merupakan sikap toleransi antarsesama manusia (antar muslim dan non-muslim), dan juga dapat dimaknai sebagai sikap yang toleran dalam menghargai pendapat sesama muslim.

“Pluralisme dalam Islam dapat dipahami dengan dua pendekatan yang berbeda. Pendekatan Ekternal, adalah memahami hubungan antara Islam dengan agama lain dengan membangun sikap toleran, sedang pendekatan internal adalah memahami bahwa antarsesama umat Islam memiliki hubungan yang erat dan umat yang satu,” katanya.

Peneliti pada kelompok kajian dan riset internasional “Sains dan Agama dalam Islam” pada Universitas Lintas Bidang Kajian Paris itu mengemukakan, pengkafiran adalah salah satu penyebab dari munculnya perpecahan dalam Islam.

“Pengkafiran itu sama halnya dengan tidak menghormati adanya pluralisme dalam Islam,” kata Geoffroy yang berkeliling Bandung (11/12), Surakarta (14/12), Salatiga (15/12), Jogjakarta (17/12), dan Jakarta (18-19/12).

Geoffroy sering berpartisipasi pada berbagai konferensi dan lokakarya di Perancis, Aljazair, CEDEJ Kairo, Georgetown University, Washington, dan Universitas Al-Jinan Tripoli di Lebanon.(*)

Copyright © 2007 ANTARA
http://www.antara.co.id/arc/2007/12/13/pengikut-aliran-sesat-jangan-dikafirkan/

Alangkah indahnya jika umat Islam memiliki hubungan yang erat dan menjadi umat yang satu !

  1. YupZzzz

  2. assalaamu ‘alaikum, cep rayi Eevooi. Sateuacana seja nyangakeun rebu nuhun laksa keti kangingahan parantos kersa rurumpahaeun ka Blog sim kuring, mugi cep rayi sakulawargi teu weleh aya dina ginanjar kawilujengan sareng dina pangtayungan Allah SWT.

    Akang bingung kedah ngeusian buku tamu di mana… JAnten kapaksa di dieu, manawi teu kaabotan…😀

    (Ganti pake bahasa Indonesia lagi ya…)
    Alhamdulillah, blognya sampeyan sudah bagus lho, punya saya yang justeru apa adanya, ngikutin template yang ada. Tentang pluralisme, saya kira bangsa ini khususnya ummat Islam masih perlu belajar lebih bijak. Pluralisme adalah sunnatullah yang kita tidak akan pernah bisa menghindar.

    Salam buat semuanya…

  3. Walah, nganggo moderasi geuningan… 8)

  4. Punten Kang ngangge moderasi ya…
    tapi eyeuna mah tos teu ngangge da…
    maklum nuju nyobi-nyobi fitur wordpres..😀
    Terima kasih banyak kang udah mampir diblog saya…

  5. Sakantenan, alamat email akang ramram_muhammad@yahoo.com, manawi aya waktos urang chating. Hiji deui, avatarna jiga jurig…😎

  6. Nuhun pisan kang email na…
    Nanti avatarnya diganti…😀

  7. Assalaamu alaikum. Mudah-mudahan sing damang

    Wa’alaikum salam kang..
    avatar-na sapertos nu udur nya…😀
    alhamdulillah udah diganti lagi…
    makasih atas sarannya kang..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: