Tim Sukses Yang Jadi Tim Penggagal

Akhir-akhir ini dunia perpolitik Indonesia mulai menghangat sejalan dengan masa kampanye capres dan cawapres, dalam suhu yang menghangat tersebut peran tim sukses capres dan cawapres sangat dominan.

Rakyat Indonesia berharap kehangatan suhu perpolitikan Indonesia saat ini bisa seperti kehangatan matahari dipagi hari yang menyegarkan dan menyeruakan harapan baru dalam menghadapi kegiatan disiang hari yang penuh tantangan dan kerja keras.

Akan tetapi kenyataannya kehangatan yang muncul dalam dunia perpolitikan Indonesia bukanlah kehangatan yang dapat menyegarkan apalagi memberikan memberikan harapan baru dan pencerahan bagi rakyat, malah kehangatan yang muncul seperti kehangatan dari api pembakaran sampah yang bau dan asapnya menyesakan dada bahkan dapat menimbulkan penyakit. Dan kehangatan yang tidak baik tersebut muncul dari pertarungan antara tim sukses para capres-cawapres.

Sebagai orang-orang pilihan para capres-cawapres yang berfungsi sebagai penyambung lidah para capres-cawapres atau bahkan mewakili pemikiran para capres-cawapres yang harus disampaikan kepada rakyat sehingga rakyat dapat menilai para capres-cawapres tersebut apakah layak atau tidak jadi pemimpin Indonesia lima tahun ke depan, tim sukses seharusnya memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat, dan memberikan contoh, sikap, tindakan serta kata-kata yang menunjukan tingkat intelektualitas serta kualitas mereka yang merepresentasikan capres-cawapres yang diusung oleh masing-masing tim sukses.

Akan tetapi justru sebagian rakyat menilai sebaliknya, bahkan sebagian lagi malu melihatnya, jika tim suksesnya seperti itu, apakah memang seperti itu juga perilaku dan tindakan serta pemikiran capres-cawapresnya ?

Rakyat selalu dijadikan objek pembicaraan para tim sukses ini, semuanya mengatas namakan untuk kesejateraan rakyat, akan tetapi rakyat juga jadi bertanya, bagaimana nanti bisa mensejahterakan rakyat, jika sesama mereka yang notabene masing-masing mewakili rakyat saling serang seperti anak sekolah dasar yang sedang bertengkar dan saling cela mencela satu sama lain… ???
Lalu kapan menyampaikan program kerja nya.. ??

Kondisi seperti itu harusnya disadari secepat mungkin oleh para pasangan capres-cawapres, karena keberadaan tim sukses yang seharusnya mampu mensukseskan mereka menjadi RI 1 dan 2 justru malah sebaliknya akan jadi bumerang bagi mereka, dan mengagalkan mereka atau dengan kata lain menjadi tim pengagal.

Hampir semua debat-debat yang dilakukan oleh para tim sukses tersebut semuanya pepesan kosong, tidak banyak manfaat yang dapat diambil oleh rakyat, bahkan rakyat justru dapat meniru perilaku yang kurang baik mereka dalam melakukan perebatan tersebut.

Dari ketiga pasangan capres-cawapres, tim sukses dari pasangan Sby-Boediono yang dapat penilaian sangat buruk dari rakyat, hal tersebut akibat perilaku dan ucapan-ucapan mereka yang cenderung arogan, ingin menang sendiri, menyepelekan pihak lain dan seringkali dalam suatu perdebatan mereka keluar dari topik dan “menyerang secara personal” pihak lain, bahkan Anas Urbaningrum yang menurut sebagian masyarakat dianggap politikus yang baik, sudah mulai sedikit terkontaminasi oleh tim yang lain.

Hal ini jika tidak segera dibenahi oleh pasangan Sby-Boediono, akan menjadi bumerang bagi pasangan tersebut dan dapat menjatuhkan citra pasangan tersebut, yang sampai saat ini rakyat masih menilai Sby merupakan sosok yang baik.

Berikanlah pendidikan politik yang baik kepada kami sebagai rakyat, agar rakyat benar-benar paham dan mengerti, jangan katakan bahwa rakyat indonesia sudah pintar, karena hal itu merupakan pembodohan gaya baru, karena pada kenyataanya sebaliknya, masih banyak rakyat indonesia khususnya di daerah-daerah masih memerlukan pendidikan politik dan contoh berpolitik yang baik, serta mengetahui kondisi bangsa Indonesia yang sebenar-benarnya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: