Geert Wilders Buat Takut Belanda

ROTERDAM (republika.co.id) – Keluarga Bernards bukanlah Muslim. Namun seperti keluarga lain di Belanda, popularitas tokoh anti-Islam Geert Wilders dan partai sayap kanan yang kian naik, dalam polling Parlemen Eropa, menakutkan mereka.

“Semakin menakutkan,” ujar Marjina Bernard, 52 tahun, dari kota Roterdam, seperti yang dikutip oleh Sunday Telegraph, 14 Juni. Partai Wilder berada di urutan kedua pada pemilihan Parlemen Eropa awal bulan ini, memenangkan 4 dari 25 kursi hak Belanda.

Partai yang mengampanyekan platfor anti-imigran dan anti-Islam, menggandakan kekuatan lebih dari dua kali di legislatur Eropa. Banyak yang takut, popularitas itu kian terdongkrak dan memperkuat posisi partai pada pemilu mendatang.

“Setelah ini, saya baru benar-benar meyakini jika Wilder bisa saja menjadi perdana menteri pada pemilu parlemen 2011,” ujar Alferd Bernard, seorang pengacara. “Atau paling tidak orang yang berpengaruh besar pada agenda politik.” imbuhnya.

“Perasaan ini mirip seperti yang terjadi di Jerman pada 1930-an,”
Wilder yang partainya memiliki sembilan kursi dalam parlemen Belanda berjumlah 150 kursi cenderung menyembunyikan ambisi utamanya. Dalam wawancara seperti yang dikutip oleh Telegraph ia berkata, “Ini pekerjaan terbesar kita. Kami memperoleh sukses besar mingg lalu, dan pekerjaan terberat kami adalah menjaga momentum tersebut,”
“Jika partai saya menjadi partai terbesar, Saya akan mendapat penghargaan sebagai perdana menteri,” ujarnya.

Lebih Ekstrim

Banyak yang percaya bila Wilder telah menjadi semakin rasis dan kasar terhadap Muslim. Ia akan jauh lebih rasis setelah kemenangan poling di Eropa, “Ia menjadi lebih ekstrim,” ujar Marjina. “Ia membuat perilaku itu dapat diterima karena berbicara menentang Muslim,” Wilders yang membentuk partai anti-imigran pada 2006 memang dikenal atas sikapnya yang menentang keras Islam dan Muslim. Pembuat film dokumenter “Fitna” itu pernah menyeru, pada awal tahun ini, untuk memboikot Al Qur’an dan menyebut sebagai kitab ‘fasis’.

Ia berjanji akan mengusulkan sejumlah kebijakan baru untuk menggusur Muslim, yang kini berjumlah satu juta dalam populasi total 16 juta penduduk Belanda. “Kita akan menghentikan imigrasi dari negara Muslim dan menutup sekolah-sekolah Islam. Kita ingin lebih bangga dengan identitas asli kita,” ujarnya masih seperti yang dikutip oleh Telegraph.

Yang ditakutkan Alfred, lebih banyak orang yang akan terhanyup pandangan Wilders, terutama di dalam resesi global. “Orang tak tentu arah karena krisis ekonomi. Di mana-mana muncul ketidakpuasan dengan politikus-politikus arus besar,” ujarnya.

Namun Martin Voltuees, seorang penduduk sekaligus pemilik kafe di Roterdam tidak sependapat.Ia meyakini masyarakat Belanda sangat toleran untuk dapat digoyang oleh gagasan xenophobia (kebencian terhadap orang asing) ekstrimis milik Wilders.

“Kami telah lama memiliki budaya imigran sejak kedatangan Yahudi,” kata Martin meyakini. “Anda melihat di Belanda warna hitam dan putih, Muslim dan Kristen, pernikahan antar ras dan agama, jadi masalah itu telah mampu mengatasi dirinya sendiri,” ujarnya. (berbagaisumber/itz)

    • thetawvic
    • Juni 22nd, 2009

    bunuh saja orang tersebut, muka kaya setan, kelakuan kayak binatang, cocoknya orang tersebut dineraka…
    jangan takut sodaraku… kebenaran memang selalu ditakutkan orang busuk

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: