Carut-marut Wajah Hukum

(Republikaonline) Sepuluh tahun lebih reformasi bergulir, namun wajah penegakan hukum kita rasanya, kalau tak mau dibilang stagnan, tak banyak berubah. Sejumlah kasus yang mencuat dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan gambaran yang jelas dan tegas, carut-marut penegakan hukum di negara ini.

Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana seorang Prita Mulyasari tak berdaya melawan keangkuhan oknum penegak hukum. Kasus ini bermula dari curahan hati Prita terhadap kawannya melalui surat elektronik. Prita bertutur tentang pengalaman buruknya saat dirawat di Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang, Banten. Pihak rumah sakit menilai cerita Prita telah mencemarkan nama baik Omni.

Pihak Omni langsung melaporkan Prita ke polisi dan Kejaksaan Agung langsung melakukan penahanan tanpa memberi kesempatan bagi Prita untuk melakukan pembelaan. Setelah kasus ini mencuat, hampir seluruh rakyat mengecam tindakan para aparat penegak hukum. Bahkan, kasus ini sempat menjadi ‘komoditas’ politik para kandidat yang sedang bertarung merebut kursi kepresidenan. Kecaman publik yang bermunculan itulah yang akhirnya mendorong pembebasan Prita. Belakangan muncul dugaan ada oknum kejaksaan yang bermain dengan pihak pelapor.

Kasus itu belum benar-benar tuntas, muncul lagi kasus lain yang lebih besar. Dua tersangka kasus cessie Bank Bali, Syahril Sabirin dan Djoko Tjandra, yang sudah dibebaskan, diputuskan Mahkamah Agung (MA) kembali harus ditahan. Dan, anehnya sehari sebelum keputusan itu, Djoko ‘berkesempatan’ pergi ke luar negeri. Setelah keputusan MA disiarkan, kejaksaan sibuk menahan kedua tersangka. Djoko, yang telanjur ke luar negeri, meminta penundaan penahanan selama sebulan dengan alasan urusan bisnis. Terlepas diberi penundaan penahanan atau tidak, Djoko belum ditahan, kecuali masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan.

Sudah jungkir balikkah hukum di negeri ini? Begitu beruntungkah seseorang yang memiliki akses ke luar negeri sehingga sulit ditahan, meski dugaannya merugikan negara miliaran rupiah? Sebaliknya, seseorang yang sekadar menuturkan pengalaman buruknya terhadap pelayanan rumah sakit, dalam surat elektronik, bisa langsung dijebloskan ke penjara meski tanpa indikasi melarikan diri.

Yang lebih memprihatinkan lagi, kini disebut-sebut ada agenda untuk memandulkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga yang diandalkan menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi justru sedang menghadapi persoalan yang tak mustahil justru membuat lembaga itu mati suri. Ini terkait kasus pembunuhan yang diduga melibatkan ketua KPK. Seorang anggota DPR malah mengaku merasa ada grand design untuk memandulkan KPK. RUU Pengadilan Tipikor pun yang merupakan cikal bakal tajamnya taring KPK belum jelas kapan bisa tuntas.

Kita tentu berharap grand design itu hanya isapan jempol. Apalagi, jika gagasan itu muncul dari oknum-oknum anggota DPR sendiri. Perlawanan dari pihak-pihak yang merasa terusik dengan pemberantasan korupsi pasti akan muncul dan tak pernah berhenti. Ini yang mestinya kita lawan, tanpa menyelipkan kepentingan kelompok atau partai politik. Bersamaan dengan itu, semua pihak terkait penegakkan hukum, termasuk pemerintahan yang baru, jelas tak bisa lagi menunda-nunda reformasi seluruh aparat penegak hukum. Tanpa keseriusan reformasi instansi dan seluruh aparat penegak hukum, supremasi hukum hanya di angan-angan.

Sumber: www.republika.co.id

  1. Semoga negeri tercinta mempunya jaksa dan hakim yang hebat dan menjunjung keadilan…..

  2. Its not my first time to pay a quick visit this web site, i am visiting this web site dailly and take good information from here daily.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: