Ruwaibidhah

Imam Ibnu Majah meriwayatkan di dalam Sunannya :


حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu
pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.”
(HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Bangsa ini sepertinya tak henti-hentinya menghadapi masalah yang datang silih berganti, terutama pasca pemilu 2009 konsentarsi bangsa ini sepertinya terfokus kepada masalah-masalah yang belum tentu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahtaraan rakyat.

Rakyat seolah-olah dibuat bingung dengan semua masalah tersebut, sehingga sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Entah karena para pejabat negara/wakil rakyat selalu berbicara bahwa dirinya atau golongannya yang paling benar, atau kuatnya “provokasi” para pengamat dan media masa terhadap suatu masalah sehingga masalah tersebut menjadi besar, atau memang rakyat hanya korban media masa yang hanya mengejar rating semata.

Mungkinkan bangsa ini sedang mengalami tahun-tahun yang disebut pada hadits di atas….. ???

Semoga bangsa ini tidak terlalu terlena dengan masalah-masalah yang sedang dihadapi, karena tantangan atau mungkin bisa jadi berubah menjadi ancaman telah menghadang di depan seperti CAFTA (China-ASEAN Free Trade Area / Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN), liberalisme dari ekonomi sampai akhlak dan lain-lain.

walahu a’lam bi showab

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: