Dimanakah Makam Prabu Kian Santang?

Setelah sekian banyak catatan sejarah yang sudah saya baca dan makam/kuburan yang dianggap sebagai makam Prabu Kian Santang yang sudah saya kunjungi, akan tetapi pertanyaan tersebut [judul di atas] sampai saat ini belum saya temukan jawabannya secara pasti, bahkan semakin banyak saya cari tau, semakin tidak jelas dimanakah makam sebenarnya, Prabu Kian Santang.

Prabu Kian Santang atau Pangeran Walangsungsang atau Sunan Rohmat atau Sunan Godog atau Ki Samadullah atau Abdullah Iman atau Pangeran Cakrabuana atau Hurang Sasakan atau Sri Mangana atau Gagak Lumayung atau Maulana Ifdil Hanafi atau Haji Tan Eng Hoat dilahirkan sekitar tahun 1423 M merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yaitu Nyai Rara Santang atau Nyai Hajjah Syarifah Mudhaim lahir sekitar tahun 1426 M dan Raja Sangara lahir sekitar tahun 1428 M. Dari hasil perkawinan antara Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang atau Nyai Subang Karancang.

Sejarah hidup Prabu Kian Santang juga terdiri dari beberapa versi, akan tetapi sejarah hidup beliau yang paling terkenal terutama oleh kalangan masyarakat Jawa Barat adalah awal mula beliau memeluk agama Islam.

Dalam Babad Godog diceritakan bahwa Kian Santang muda saat itu adalah seorang yang sangat sakti, sampai-sampai beliau tidak pernah melihat darahnya sendiri. Jiwa mudanya yang bergelora membawa beliau berkelana mencari orang yang sanggup mengalahkan beliau sampai beliau dapat melihat darahnya sendiri, hingga pada suatu saat beliau mendengar bahwa di daerah arab ada seorang yang sangat sakti mandra guna. Dengan ilmu ”napak sancang”nya (dapat berjalan di atas air) beliau sampai di wilayah arab dan bertemu dengan orang tua di pinggir pantai, dan singkat cerita mereka bertemu dan berkenalan sehingga orang tua tersebut mengajak beliau ke rumahnya dan orang tua tersebut berjanji akan mempertemukan dengan orang sakti yang dicarinya, dalam perjalanan ke rumah, tongkat orang tua tersebut tertancap dipasir, dan orang tua tersebut meminta bantuan Kian Santang untuk mengambilkannya, akan tetapi walaupuan seluruh ilmu kedigjayaan yang beliau miliki digunakan untuk mencabut tngkat tersebut, tetap saja tongkat tidak dapat diambil, sampai akhirnya keluar darah dari pori-pori tangan kian santang.

Dari kejadian tersebut Kian Santang baru menyadari bahwa orang tua yang bertemu dengannya adalah orang yang dicarinya, orang tua tersebut adalah Syaidina Ali bin Abu Thalib ra., akhirnya beliau pun insyaf atas kesombongannya dan memeluk agama Islam.

Dalam cerita lain pula ada yang menyebutkan bahwa beliau memeluk Islam dibai’at langsung oleh Rasulullah SAW., kedua kisah tersebut jika dirunut berdasarkan periode waktu beliau di lahirkan dengan periode Rasulullah dan para Sahabat sangat terpaut jauh periodenya yaitu sekitar kurang lebih delapan abad. Wallahualam…

Berdasarkan sumber lain di ceritakan pula bahwa beliau sudah memeluk agama Islam sejak kecil/lahir, karena beliau adalah cucu dari Syekh Quro dari karawang, ayah dari ibunya yaitu Nyai Subang Larang. Kemudian beliau belajar agama Islam pada Syekh Datuk Kahfi di Cirebon, dan pergi ke tanah suci untuk melakukan haji sekaligus memperdalam ilmu agama Islam bersama adiknya yaitu Nyai Rara Santang.

Setelah kembali ke tanah Jawa, beliau mendirikan kerajaan Cirebon dan menyebarkan agama Islam, sampai suatu waktu beliau mengajak ayahnya yaitu Prabu Siliwangi untuk memeluk agama Islam, tapi walau pun Prabu Siliwangi sudah menyadari bahwa agama Islam adalah agama yang benar, karena Nyai Subang Larang istri Prabu Siliwangi, Ibunda Kian santang Sendiri adalah seorang muslimah, akan tetapi ayah beliau Prabu Siliwangi belum diberikan hidayah oleh Allah SWT. untuk memeluk agama Islam.

Sampai terjadilah suatu kejadian yang terkenal pula kisahnya dikalangan masyarakat Jawa Barat yaitu kisah dikejar-kejarnya Prabu Siliwangi oleh Kian Santang dan dalam proses pengejaran itu masing-masing menggunakan ilmu ”nurus bumi” yaitu berlari dibawah tanah. Sampai di sebuah hutan di daerah Tasikmalaya yang bernama hutan Sancang mereka bertemu dan bertarung mengadu kesaktian.

Akan tetapi Prabu Siliwangi kalah dalam pertarungan tersebut dan Prabu Siliwangi dengan kebijaksanaanya mempersilahkan pengikutnya untuk mengikuti ajaran Kian Santang, cerita ini termaktub dalam Uga Wangsit Prabu Siliwangi.

Perjalan panjang hidup Kian Santang yang berkelana antara wilayah tatar Sunda dan Cirebon, hal ini lah menjadikan makam beliau ada dimana-mana yaitu diantaranya di komplek pemakamam Gunung Jati – Cirebon, di daerah Godog – Garut – Jawa Barat, di daerah hutan Sancang – Garut – Jawa Barat, dan dibeberapa tempat lainnya. Dan untuk makam asli beliau tidak ada yang tau pasti, tapi jika mengikuti perjalanan sejarah, makam yang berada di komplek pemakaman kesultanan Cirebon yang ada di wilayah Gunung Jati, yang lebih mendekati kebenaranan.

Makam yang berada ditempat lain hanya merupakan suatu sibol yang dibuat oleh masyarakat diwilayah tersebut yang menunjukan bahwa beliau pernah ke wilayah tersebut (patilasan [sunda: bekas singgah]). Hal ini sama seperti makam-makam seorang nabi yang berada di beberapa tempat.

62 Tanggapan ke “Dimanakah Makam Prabu Kian Santang?”

  1. Adi Berkata:

    Wah. Saya baru tahu legendanya. Mau nanya neh, mas. Boleh ya. Siapakah Haji Sakti Qudratillah ? Siapakah Ki Gentar Bumi dari Cisolok? Thanx

  2. eevooi Berkata:

    Ya tentu boleh dong Mas… terima kasih atas pertanyaanya…
    Sampai saat ini saya belum dapat referensinya Mas…
    Jadi maaf belum bisa jawab pertanyaannya….. :(
    Pertanyaannya buat PR saya dulu, Insya Allah kalau saya dapat referensinya, saya sampaikan di blog ini…
    Kalau Mas Adi dapat referensinya duluan boleh dong di share… :)

  3. Budi Berkata:

    Berdasarkan sejarah Bogor, pernikahan Prabu Siliwangi dengan Subang Larang memperoleh tiga orang anak, masing-masing: Walangsungsang, Lara santang dan Kian Santang. Jadi Walangsungsang bukanlah Kian Santang. Silakan buka website Kota Bogor. Semoga bermanfaat…..

  4. eevooi Berkata:

    Terima kasih banyak atas sarannya kang Budi…
    Memang betul ada sumber yang mengatakan demikian, tapi setelah saya coba telusuri sejarahnya dari beberapa sumber baik tertulis maupun lisan (khususnya penduduk disekitar lokasi situs sejarahnya), sepertinya dua nama tersebut adalah orang yang sama, sebab ada kesamaan cerita antara Walangsungsang dan Kian Santang, yaitu beliaulah yang “mesantren” kepada Syekh Datuk Kahfi. Sedangkan menurut sejarah yang mejelaskan bahwa Kian Santang adalah adiknya Walangsungsang, menyatakan beliau bertemu dengan Syaidina Ali, hal ini menurut saya “membingungkan” karena masa hidup kedua tokoh tersebut berbeda, kemungkina tokoh yang bertemu itu bukan Kian Santang, tapi Rakeyan Sancang. Wallahu ‘alam…

  5. kang dudung Berkata:

    punteu baraya sadayana pernah ngadangu teu anu namina keris kirompang?

  6. eevooi Berkata:

    Punten Kang, abdi ge nembe ngadangu aya keris nu namina Kirompang…
    Mangga ka baraya sadaya anu terang perkawis keris kirompang, tiasa masihan informasi na…
    Hatur nuhun…

  7. Dhilan Djalani Kusumaputra Berkata:

    Assalamu’alaikum..
    Mohon maaf! Saya coba ikut komentar tentang sejarah sunda islam. Ada beberapa informasi dari Guru-guru ngaji saya yang ada di batas kota Ciamis, Bogor, Cirebon, dan Banten. Kesimpulannya bahwa agama islam itu masuk di tanah pasundan adalah sebelum wali sanga menyebarkan islam di tanah jawa, tetapi memang hanya bersifat lokal saja seperti di daerah pedalam Panjalu, Cianjur, dan Sumedang. Terima kasih. Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

  8. aduy Berkata:

    Jika kita cermati dari sejarah diatas, jelas sudah bahwa penyebaran atau dakwah islam yang dilakukan oleh kian santang bersama adiknya nyai rara santang ibu dari sunan gunung jati haruslah kita contoh, sungguh besar jasa-jasa mereka dalam menyebarkan agama islam. hingga saat ini kita dapat memeluk agama yang diridhoi Allah ini. perjuangan, kegigihan, semangat dan pengorbanan mereka di jalan dakwah bukannya tanpa rintangan banyak juga yang menghalangi dakwah mereka salah satunya datang dari ayahnya yaitu prabu siliwangi.
    sekedar informasi, kita juga harus berterima kasih kepada para khalifah islam yang telah mengutus ulama-ulama islam ke nusantara salah satunya daerah pasundan ini. karena andil para khalifah pada jaman khilafah utsmaniyah yang mengutus ulama-ulama islam ke wilayah nusantara ini kita dapat memeluk islam, karena hanya islam sajalah satu-satunya agama yang dirihoi oleh Allah SWT. (Al-Imron, 19).
    Kian santang dan nyai rara santang adalah murid-murid dari salah satu ulama utusan khalifah islam. karena sudah sepantasnya rasa syukur kita rasa terima kasih kita, kita curahkan dengan cara meneruskan dakwah islam yang pernah dilakukan oleh mereka khususnya di jaman sekarang yang sudah kembali menjadi jaman jahiliyah. kita harus mengenalkan kembali islam kepada masyarakat yang kini mungkin banyak diantara mereka yang tidak tau apa islam itu, kebanyakan orang hanya mengenal islam yang hanya mengatus urusan ibadah mahdoh saja yang merupakan hubungan manusia dengan Allah seperti Sholat, Zakat, Puasa, Naik Haji mereka tidak tahu bahwa islam juga mengatur urusan hubungan manusia dengan manusia seperti ekonomi, sosial, politik, hukum, pemerintahan. hubungan manusia dengan dirinya sendiri seperti pakaian, makanan dan minuman. banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa jilbab itu wajib untuk dipakai wanita yang akan keluar rumahnya dan wajib dipakai ketika kita bertemu orang yang bukan mahromnya. banyak juga wanita yang mengatakan kerudung itu jilbab padahal jika kita pelajari lagi, jilbab dan kerudung adalah dua hal yang berbeda (Lihat An-Nur 31 dan Al-Ahzab 59) dan kedua-duanya wajib dipakai oleh seorang muslimah.
    saya hanya bisa mengajak kepada teman-teman semua marilah kita masuk islam secara kaffah seperti halnya Kian santang dan Nyai Rara santang agar kita bahagia Dunia dan Akhirat.
    maaf komennya terlalu panjang, semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan dapat mengingatkan kita agar kembali ke jalan Allah SWT dan Rasulullah SAW.
    Amin…
    Tegakkan Syariah…..
    Tegakkan Khilafah….
    Indonesia Jadi Berkah….

  9. Djenambang Bin Tandjak Berkata:

    Alhamdulillah.. Kami setuju sekali dengan komentar Mr Aduy (ditulis pada 3 Maret 2008), terutama tentang sikap Kian Santang dalam menerima hidayah dari Alloh SWT dan masyarakat sunda pada umumnya. Semoga kita semua mendapat ridho-Nya.. ULAH ERA BASA SUNDA.. Karena menurut saya, tidak akan berkurang Iman dan Islam kita dalam mempertahankan bahasa trasdisional.. Majulah Indonesia..

  10. ayah nisa Berkata:

    Terlepas dari dimana letak makam prabu kian santang, atau pun riwayat-riwayat mengenai beliau, hal itu jangan menjadi suatu persoalan yang diperdebatkan. Yang pasti kita wajib bersyukur dengan nikmat iman dan islam yang Alloh SWT berikan terhadap kita. Adapun mengenai riwayat /sejarah masuknya islam perlu untuk kita ketahui, terutama metode dakwah para ulama zaman dulu. (bukan letak makam atau riwayat para ulamanya loh)

    Yang jelas…. visi & misi / tujuan para ulama itulah yang harus kita teruskan.

  11. Rochimatulloh Berkata:

    Ass. Wr Wb
    Ngahaturkeun salam kasadayana wargi, dulur, baraya, rerencangan pokoknamah All..
    manawi aya nu uninga
    (margina pribados kapoekan ?)

    “cahaya hurip kucahyaning roh”
    “roh hurip kucahyaning Allah”

    diantos pisan bantosan na!
    hatur nuhun pisan

  12. Rochimatulloh Berkata:

    nambihan nu ka kantun

    manawi aya ” Katurunan Siliwangi”

    Jeung dulur kudu AKUR!

  13. awan Berkata:

    hapunten nya bade ngiring nimbrung,” saya aga sedikit lupa tapi ada yang ingat sedikit,kalau tidak salah dari rosululoh hingga kholifah alli bin abi tholib dari abad 1400 s/d 1600 masehi(abad 14 s/d 16), dan kalau tidak salah lahir nya prabu kian santang di kerajaan tarumanagara (bogor) sama pada abad 14 tapi saya ga trlalu yakin,bsk saya tambahin lagi ya dengan referensinya,trs mohon dicantum kan lahir dan wafat nya sayidina alli,dan prabu kian santang mksh ,hatur nuhun///,

    nuhun pisan dulur tos kersa ningalian blog abdi….
    perkawis sajarah Kholifah Ali bin Abi Tholib seueur pisan referensi na diantawisna tiasa dulur tingali di http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib,
    kitu deui sejarah Prabu Kian Santang, seueur pisan referensina diantawisna di http://www.cirebonkab.go.id/index.php?pilih=hal&id=9&Login=8b441b2eb4283dfe640272609d3ae191

  14. ahmad miftah Berkata:

    restribusi dll masukke komplek makam kian santang yang di garut berapa?

  15. nonggerak Berkata:

    punten ulah dicampur sejarah pajajaran sareng kagoiban. Sadayana mahluk teu aya nu goib.

  16. hajianan Berkata:

    ki santang aya di kulon,sanes bangsa manusa. Siliwangi, bangsa manusa

    Tepu

  17. Ema Sujalma Berkata:

    kian santang masih hidup Mas
    ini buktinya

    http://givangkara.multiply.com/photos/photo/140/64

    silakan dilacak, terima kasih

  18. erin Berkata:

    saya kagum dengan keberanian nya dan dengan ketinggian ilmu nya!

  19. arya Berkata:

    siapa pewaris tongkat siliwangi ( tongkat hitam berkelapa Harimau ) setelah kian santang meninggal ?

  20. GUMGUM Berkata:

    KEUDAH DIUNINGA KU PALAWARGI, REHNA KIANSANTANG SRG SAYIDINA ALI PATEUPUNG DI NEGRI ARAB TEH T NYAMBUNG KUMARGI MASA HIDUPNYA JAUH PISAN KINTEN2 8 ABAD. SARENG NU NAMINA KASAKTIAN DI NEGRI ARAB T AYA HAL2 NU GOIB , REHNA DINA PEPERANGAN MASA ROSULULLOH SADAYANA SAHABAT NABI GE KANTOS TERLUKA KU PANAH ATANAPI KU TOMBAK. JANTEN NU NAMINA KASAKTIAN TEH NGAN SAUKUR BUMBU KANGGE RAMENA DONGENG. MUN AYA JALMI DINA DONGENG2 DI NEGERI URANG NU SARARAKTI, MOAL MUNGKIN ATUH NEGERI URANG DI JAJAH BELANDA 350 TAHUN.

  21. KangAsep Berkata:

    PANUJU SARENG PAMENDAK KANG GUGUM, NGAN ELMU TEH KAN AYA SEUEUR DIANTAWISNA ELMU AGAMA, ELMU KADIGJAYAAN, ELMU PERANG, ELMU PENDIDIKAN SAJARAH, SAIN JST. JEUNG KEDAH EMUT SADAYANA ELMU KAGUNGAN ALLAH.

    TAH SIGANA ELMU NU MATAK NAGARI URANG DIJAJAH 350 TAHUN MAH SANES LANTARAN TEU AYA JALMI NU NGELMU KADIGJAYAAN.

    NAHA AYEUNA NAGARI URANG GEUS MERDEKA KITU? MALAH AYEUNAMAH PENJAJAHAN TEH NGARAMABAH DISAGALA BIDANG, JIGANAMAH KULANTARAN SALAH NERAPKEUN ELMU.

    URANG SUNDA HUDANG EUY……HAYU GEURA SOSON-SOSON DIAJAR NGELMU NU BENER!

  22. mizQat Berkata:

    Punteun , saurna kian santang teh budak nu ka 39 ? raina lara santang nu bungsu k 40 .
    tah ai saur abdi mah prkawis tepang sareng sydina ali mah , tiasa wae meski beda 8 abad ge , da soalna ai org” suci mah mun tos teu aya ge tiasa ngabingbing nembongan k eyang kian santang ,

    da ti baheula ge di tatar sunda mah teu aya nu namina perang sadarah , jd prabu siliwangi mah ngabelaan nyumput dari pd kudu perang jeung budak sorangan . apanan SILIH ASAH
    ASIH ASUH teh paribasa ti pajajaran .
    saurna mah ayeuna teh eyang prabu siliwangi mah nuju di laut pameumpeuk .

    Hiduplah urang sunda .
    :)

    • budak baonxz Berkata:

      Prabu Siliwangi ayana dicirebon…hoyong pendak mah gampil upami panjang mulud sok aya ngilu ngahadiran tapi kedah kabuka heula mata bathina… rarayna pinuh ku rasa kaduhung…bisa diterjemahkeun maksud bahwa islam teh agama nu saleresna…/ieu mah ngaluruskeun wae bilih aya nu kasurupan/ nu gaduh ilmu nyurup aya nu ngaku -ngaku prabu siliwangi tong percanten tina pribadi prabusiliwangi nu saleresna lemah lembut memang raray mah sangar..,sananjan aya nu bisa nyurupkeun prabu siliwangi kana awak jelema. jelema eta kudu kuat ngimbangan ilmu kasaktian prabusiliwangi, sebab ilmu na masih nempel ngilu jeung lelembutan-na…tina cara manggilna oge pasti datang tapi moal ngadeketan paling jaga jarak antara 5 meter ngabandungan nu asup biasana nu boga ilmu nyurupmah mata bathina katutup wajar wae teu bisa ngabedakeun mana asli/mana nu ngaku-ngaku…ieu komentar ditulis berdasarkan pangalaman kuring nu ka-alaman…lain turutaneun wasalam

  23. Bima di Kalimantan Berkata:

    Hatur punten ah ngiring nimbrung.

    Abdi sapamadegan sareng Kang Asep rehna elmu kadigdayaan teh “AYA”. Alloh SWT Maha Gagah, Maha Kawasa, Maha Welas sareng Maha Asih. Kanggo Para Wargi sadaya upami hoyong yakin pilarian guru sareng prak ngelmu. Masalah kaayaan “para Sahabat Rosululloh di zaman peperangan seueur nu “terluka”, sadayana ngandung maksad sareng rencana Alloh SWT , di dinya aya Rahasia Alloh SWT anu kudu di tafakuran ku diri urang.
    Ngenaan penjajahan ka nagari urang, sababna mah lantaran urang eleh dina elmu lain ku bangsa luar. salah sahiji kalemahan SDM urang teh nyaeta gampang kapincut ka”dunya”an jeung gampang dipecahbeulah, malahan mah dugi ka ayeuna, urang teh masih dijajah, kitu sanes? Padahal profesor, Doktor, Insinyur , Ekonom, insinyur, para pengamat politik, politikus, teh saabreg-abreg di nagari urang teh.
    Dina elmu agama oge aya nu disebut “elmu syareat, tarekat sareng ma’rifat”. Saupami tilu elmu ieu ku urang tiasa kahontal, Insya Alloh “kadigjayaan” bakal kapimilik. Mangga urang sami-sami milarian tur mendakkan “Aci ning hirup jero ning hirup” nu salresna”.
    Mugia urang sadayana dipaparinan kasehatan, taufik, hidayah sareng inayah ti guti Alloh SWT. Amin ya Robbal ‘aalamin…

  24. Bima di Kalimantan Berkata:

    Hatur punten nambihan yeuh manawi bae aya manfaat atanapi ilham kanggo “eevooi”. Upami milarian atanapi bade nyocokkeun ayana “perbedaan zaman” waktos pendakna Sayidina Ali bin Abi Thalib sareng Kian Santang dumasar kana catatan sajarah, jigah na mah moal kapendak sareng moal lebet kana akal biasa ku urang.
    Dumasar kana pamahaman abdi (ieu mah ceuk abdi salaku jalmi anu awam), upami ningali kana “kasaktian” (kesucian) Sayidina Ali bin Abi Thalib dan Kian Santang salaku jalmi anu dipasihan “kaleuwihan” ku Alloh SWT, “pertemuan” diantara kaduana mungkin bae memang kajadian sok sanaos beda zaman sareng teu lebet akal kanggo anu awam. Dina elmu Sufi, kanggo jalmi anu parantos dugi ka darajat “Maqom” kalayan izin Alloh SWT, eta jalmi sareng saha bae tiasa pendak henteu kahalangan ku waktu sareng panghalang sanesna. Upami teu lepat saur urang sufi mah eta jalmi teh parantos “TERHIZAB”. Wallaahu ‘alam..
    Hatur nuhun.

  25. SagaraJiwa Berkata:

    Hatur Punten nambihan yeuh manawi weh aya manfaatna kangge urang sarerea atuh ka abdi jadi amal ka sadayana jadi elmu
    sakapendak abdi teh prabu kiansantang sateacan ka nagri arab teh tos tiasa disebat mu’min ! naha make di sebat mu’min?
    ( sakapendak abdi yeuh ) anjeuna gaduh kayakinan yen aya kakuatan anu leuwih leuwih ageng ti batan anu ka pendak ku anjena ! janten anjeuna teh gaduh kapercayaan kangge milari saha atuh anu disebat pangkalna kabeuneran ! nya ku kituna anjeuna kaluar ti pajajaran kangge milari anu disebat tea ! kaditu kadieu teu kapendak wae akhirna teh anjenna ngarungan lautan kangge milari anu disebat Sang maha Benar ! janten saur abdi mah sateacan prabu kiansantang ka nagri arab prabu kiansantang teh tos tiasa disebat Mu’min orang yang percaya akan ada suatu dzat yang maha suci Yaitu Allah swt ngan anjena teterang nu disebat Maha Suci teh saha !? sakitu ti simkuring,hapunten nu kasuhun, bilih aya cariosan cariosan anu teu enak kana manah ! sanes mamatahan ngojay ka meuri ! sakali deui hanpunten ! hatur Nuhun.

  26. serunting Berkata:

    Menurut saya berdasarkan fakta dari buku sejarah dari mulai SD, SMP dan SMA hingga buku2 buhun yg sy baca,dan sejarah dari makam yg telah saya datangi.
    Dahulu kala konon di negeri kutai( kerajaan pertama di indonesia)seorang bernama kundungga memiliki anak 3, mulawarman, purnawarman dan aswawarman.anak yg kedua hijrah kepulau jawa,dan setelah menetap di pulau jawa sebelah barat tepat nya di kota bogor( lihat prasasti kebon kopi dan ciaruten). pd th 528 m,berdirilah sebuah kerajaan yang megah gagah dan berwibawa, yang melambangkan tingginya langit biru, dan luasnya samudera biru, kerajaan tsbt bernama “TARUMANAGARA”yang artinya kerajaan biru/nagara biru,kerajaan tsbt dipimpin tiada lain oleh sang purnawarman dan nama lainnya adalah dewata wisesa,karena kearifan dan kebaikan nya raja tersebut mendapat gelar dari masyarakat yaitu “SILIH WANGI” yang artinya tiada lain silih=saling, wangi=harum ,jadi artinya saling mengharumkan antara pemimpin/raja dan masyarakat. sejak itulah semua raja di tatar sunda memakai gelar :SILIH WANGI” raja tsbt memiliki putra mahkota yang nm nya =ada yng bilang gagak lumayung dlsb.putra mahkota tsbt sangat sakti namun terkenal gemar mengadu ilmu,tp ditatar jawa tak ada satupun yg sanggup menandingi,dan dijaman kerajaan ini pun bersamaan dengan dinasti “TANG” dari china dan bersamaan dengan jaman rasululloh saw hingga para khalifah khulafaurrasyiddin,yaitu th 571 m s/d 632 m,silahkan lihat sejarah rasululloh lahir th 512 m,maka ini bersamaan dgn jaman kerajaan Tarumanagara.ketika dinasti Tang ingin meruntuhkan TARUMANAGARA’sang putra mahkota tsbt lah yg berhasil menaklukan dan memukul mundur pasukan dari dinasti Tang tsbt, dan sejak itulah putera mahkota terkenal dengan julukan “KI AN SAN TANG” yaitu penakluk dinasti Tang, konon menurut cerita putra mahkota tsbt berangkat ketanah arab karna mendapat wangsit dalam tapabrata nya, dan bertemu dgn rosululloh SAW dan ali bin abi tholib,dgn berbagai versi tp yg intinya sprt itu. ini sangat lah “RASIONAL”karena mereka memang hidup di abad yang sama,sepulang dari mekah berganti nama entah apa tepatnya,ada yang bilang galantrang seta, ada yang bilang roahmat suci, namun yang jelas beliau sepulang dari mekah menjalan kan syariat islam ,namun belum sepenuh nya faham sehingga ketika beliau menjalankan syariat sunat, malah batang kemaluan yang dia potong, hingga orng yg di sunat tsbt tewas,hingga sekarang daerah tempat meninggal orang tsbt di kenal dengan sebutan “SALAM NUNGGAL”terletak di jawa barat sebelah selatan.Dan sepulang kembali berguru ke mekah putra mahkota tsbt di bekali segenggam tanah yang kabar nya tanah tsbt adalah tanah suci yang kelak dipendam ditanah jawa sebagai tanda untuk beliau menetap kelak.Dan putera mahkota pun tiada hentinya mengajak sang baginda untuk memeluk dinnul islam,sampai2 mereka bersitegang, ttp sang ayah tetap teguh menolak, hingga akhirnya stlh beradu jesaktian sang ayah berkata”hai anakku janganlah kau paksa aku, aku tak ingin manyakitimu,jika kau yakin dengan agamamu laksanakanlah dengan benar,aku akan mencari kebenaran itu dengan caraku,semenjak itu sang putra tak lagi menghirau kan sang ayah dan kerajaan, demi tegak nya dinnul islam, beliau mengembara dinusantara khusus nya jawa sebelah barat,hingga di jawa sebelah barat sangat banyak patilasan dan nama beliau yang berbeda, karena setiap persinggahan sang tokoh ini selalu memakai nama yang berbeda untuk mencegah Ria, Ujub dan Takabur.Dan pd th 686 m, kerajaan Tarumanagara runtuh oleh kerajaan sriwijaya,sejak saat itu lama sekali ditatar sunda tak ada tanda2 atw kegiatan yang menunjukan adanya sebuah kerajaan,hingga akhir nya pd th 1030m (abad ke 11)berdirilah sebuah kerajaan yang bernama “PADJAJARAN” dan kerajaan tsbt dipimpin oleh seoarang raja yang bernama’ JAYA BUPATI JAYAMAWA WISNU MURTI SAMARARIJAYA WIKRAMA TUNGGA DEWA, yang bergelar sama yaitu “SILIH WANGI”.raja kedua padjajaran adalah” rahyang niskala wastukancana, ketiga” rahyang ningrat kancana, keempat “sribaduga maharaja(beliau bertahata di pakuan padjajaran pd th 1350 s/d 1457, pd masa ini terjadi perang bubat(perang saudara) antara pakuan padjajaran dengan majapahit, harap diketahui pakuan padjajaran adalah satu2nya kerajaan yang tidak ditaklukan oleh majapahit.kelima “hyang buni sora, keenam “prabu niskala wastukancana, ketujuh “tohaan, ke delapan “sang ratu jaya dewata, sembilan “ratu saksi, sepuluh “raja nusia mulya.
    Dari fakta tsbt, mungkin dapat membuka cakrawala pandang dan pikir kita, bahwa prabu KIAN SANTANG bukan lah jaman nya sunan cirebon atw pun para syeh muda yg ada di tatar jawa barat. namun beliau sungguh merupakan seorang tokoh tertua penyebar dinnul islam di tatar jawa sebelah barat dikepulauan nusantara yg bersamaan dgn jaman rosululloh, dan beliau lah yang pertama menyebarkan dinnul islam di nusantara dgn cara yang hanya allah swt dan beliaulah yang tau. wallohu alam bi showab!!!!!!

    Serunting!!

  27. indra Berkata:

    saya setuju dengan cerita serunting bahwa prabu kiansantanglebih tua dr pd wali sanga, beliau adalah murid dari sayidina ‘Ali ra. Sekarang beliau bernama Syech Muhiddin Kanjeng Sunan Rohmat Suci & dimakamkan di desa kandang haur, godog – garut. Dan situ pula terdapat makam para sahabat & kerabat beliau, & bahwa Syech Abdul Qadir Al-Jaelani ra.pernah datang ketanah jawa hanya untuk bertemu dengan sunan rohmat. Wassalam.

  28. Gusman Berkata:

    Kalau saya pribadi lebih menitik beratkan pada peninggalan situs dan pencatatan sejarah yang dicross cek dengan kandha (tuturan lisan).

    Dalam hal acuannya adalah pencatatan naskah kuno baik dari peninggalan Pajajaran sendiri maupun Cirebon. Dengan kata lain saya pribadi menunjuk Astana Gunung Jati lah letak makam Cakrabuana/Walangsungsang/Kian Santang. Meskipun dalam versi lain mengatakan bahwa Walangsungsang bukan Cakrabuana.

    Wallahualam,

  29. Ali Al-Husairi Berkata:

    dears all
    Untuk semua khususnya penegak kebenaran sejarah…
    kaimi sangat menunggu bukti sejarah yang ada secara fakta akan kebesaran kerajaan padjadjaran… hemat kami sejarah mengakui akan kebenaran hal tersebut namun tidak atau kurang dilengkapi dengan bukti-bukti yang bertautan….
    satu hal yang saya ingin tanyakan apakah ada informasi tentang SYAHADAT PADJADJARAN ? Saya ingin tau siapakah SYEH BASYARUDDIN PADJADJARAN…
    NGATUERKEUN NUHUN KA SADAYA BARAYA….
    GOOD LUCK FOR ALL SUNDANIS
    BEST REGARDS FROM ME

  30. serunting Berkata:

    wallohu ‘alam bi shawab”sahadat padjajaran menurut saya adalah shahadat jaman agama islam baru masuk ke indonesia, karena jaman dahulu di indonesia sangat lekat dengan animisme(poercaya thdp roh2 )yaitu dijaman prabu sili wangi,tp skrg pun msh ada yaitu nama lainnya ada yg bilang sunda wiwitan klw di jawa munkin sama /ibarat kejawen, namun bagi kita yg yg tau menurut qur’an & sunah, tidak usah memikirkan tentang sahadat padjajaran,karena memang di jaman skrg pun byk aliran yg ingin memiliki masa/pengikut pdhl hanya bermodal spekulasi dan keyakinan yg tak mendasar.dan yg bodoh nya adalah sang pengikut,karena minim nya wawasan agama.jd dengan kata lain shahadat padjajaran adalah shahadat pengikut prabu sliwangi, yang wallohu ‘alam kebenarannya, tp iintinya yg lebih benar dan syah jelas lah putera nya, karena memiliki dasar dan fakta yang kuat, wallohu ‘alam,,,,

  31. Gusman Berkata:

    Telah dimaklumi, agama sunda sudah ada semenjak sebelumnya Dewawarman bertahta di Salakanagara (130 – 168 M). Dihitung sampai sekarang, eksistensinya sudah kurang lebih 19 abad bahkan mungkin lebih. Kitab Suci sebagai pegangannya disebut Sambawa, Sambada dan
    Winasa, tiga kitab yang ditulis oleh “Prabu Resi Wisnu Brata”.

    Dalam berita serial Berita Pantun Bogor versi Aki uyut Baju Rambeng. Dalam “Pantun Gede”" (pantun sakral) episode “Curug si Pada Weruh”, diceritakan bahwa :

    “Saacan Urang Hindi ngaraton di Kadu Hejo oge’ Karuhun urang mah nggeus baroga agama, anu disebut agama sunda tea…”

    (Sebelum orang Hindi bertahta di Kadu Hejo pun, Leluhur kita telah memiliki agama, yakni yang disebut agama sunda).

    Urang Rawayan (Baduy) di Mandala kanekes menyebut agamanya Sunda Wiwitan, hingga kini Sunda Wiwitan masih eksis sebagai simbol terpeliharanya kabuyutan Jati Sunda/Parahiangan. Setiap tahunnya Urang Rawayan melakukan upacara muja di Babalayan Pamujan “Sasaka Pada Ageung” (Pemujaan Urang Baduy). Dengan mengucapkan ikrar yang mereka namakan “Sadat (Syahadat) Sunda” :

    “Pun, Sadu Sadat Sunda, tuan katata tuan katepi, selam larang teu ka sorang, tuan urang (h)aji pakuan”.

    Secara konsep ke-Tuhanan, agama Sunda Wiwitan memiliki paham Monotheis. Hal ini dapat dilihat dalam “Sadat (Syahadat) Padjadjaran.

    Sadat Padjadjaran:

    “Hyang Tunggal tatwa panganJali, Ngawandawa di jagat kabeh alam sakabeh, halanggiya di saniskara, hung tatiya ahung. ”

    (Sang Hyang Agung yang Maha Esa, dialah yang sebenarnya sang “Penyembahan”, tiada
    beranak tiada bersaudara, mempunyai teman pun tidak di Jagat dan di AIam ini, Yang paling unggul di segala-gala. Hung, nah itulah Sang Benar Sejati, Ahung…!)

    Mangga dilajeng,…

    Tabe’

  32. batu karas Berkata:

    bahasan sejarah yg beragam,,, kita ambil saja hikmahnya,,, makna yg timbul sikapi dgn positif,,, hatur nuhun ka eevooi nu parantos rurumpaheun,, diantos di cijulang,,, di dieu aya situs duka situs naon,,, dina paromanan mah tiasa wae ngandung sajarah,,,

  33. a'gudeng Berkata:

    Apakah benar Prabu Kian Santang itu adalah Syekh Abdul Qodir Jaelani?
    Saya bisa dapat dmana hikayat tentang Pangerang Surya Kencana (Sumedang)?
    Hatur Nuhun

    • Ki Ibun/yoppy y. Berkata:

      Hapunten,sakaterang abdi, nu kapendak ku abdi….sanes. Benten jalmi.
      Eyang Sepuh Syeh Abdul Qodir Jaelani sanes Aki Prabu Kian Santang.
      Memang seueur nami Prabu Kian Santang teh: Diantawisna Sunan Rohmat, Prabu Borosngora, Ki Mursyid sareng nami2 nu tos disebatkeun di luhur seueur pisan….!

      hatur nuhun…

  34. Gusman Berkata:

    Tidak ada satu literaturpun yang mengaitkan dengan dua tokoh di atas, baik dalam biografi Abd Qodir Jailani yang dimuat dalam Kitab Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali, maupun naskah2 kuno Sunda perihal Kian Santang. Mungkin saja ajaran tarekatnya, karena diketahui sampai saat ini masih bisa ditemukan di Cerbon.

    Setahu saya, Prabu Surya Kencana bukan Pangeran. Dialah Raja terakhir Pajajaran yaitu Raga Mulya / Prabu Surya Kancana / Pucuk Umun Pulasari (1567 – 1579 M)
- Putera Nilakendra
- Memerintah dari Pulasari, Pandeglang, setelah Kraton Pakuan dan bentengnya jatuh ke tangan Banten
- Kekuasaan Pajajaran berakhir saat Banten berhasil menghancurkan istana Pakuan dan membawa Palangka Sriman Sriwacana, tempat duduk kala seorang raja Pajajaran dinobatkan, dari Pakuan ke istana Surasowan di Banten. Dengan dibawanya batu penobatan tersebut ke Banten, Pajajaran tidak bisa lagi menobatkan raja baru
- Sebelum menanggalkan tanda-tanda kebesarannya dan mengasingkan diri lebih jauh ke barat, ke Ujung Kulon, dia menyerahkan mahkotanya kepada Prabu Geusan Ulun, penguasa Sumedang Larang, putera Pangeran Santri dan Ratu Pucuk Umum sebagai pertanda penerus kekuasaan raja-raja Sunda-Galuh.
- Keturunan Surya Kancana/Pucuk Umun Pulasari dan pengikutnya inilah yang dianggap sebagai orang Badui Banten sebagai leluhur mereka.

    Wallahualam,
    Cag,

  35. Lucky Berkata:

    Halo….
    saya sedang mencari sejarah keturunan saya, hingga akhirnya saya mampir ke situs ini, karena ternyata saya masih ada keturunan yang cukup dekat dengan prabu siliwangi dan kian santang, sama seperti bupati bogor sekarang, oleh karena itu saya ingin mencari sejarah mengenai beliau,bahkan dalam waktu dekat saya akan berkunjung dan ziarah ke cirebon,dengan tujuan untuk mencari ilmu dan melestarikan sejarah silsilah.
    mohon kalau ada info tentang itu bagi2 ya, thanks.

  36. samida Berkata:

    Sampurasun…………..!
    Memang sejarah mengatakan demikian, akan tetepi orang punya penemuan sendiri – senditri tentang sejarah.
    Terkadang sejarah buku dengan sejarah yang kita temukan sendiri itu jauh berbeda.
    Tinggal kita ambil hikmahnya aja dan kita harus bisa meneruskan semangat juang mereka, demi tercapainya apayang mereka ( Orang – Orang Suci )Cita-citakan ……..!

  37. teguh Berkata:

    Saya rasa semua opini yang saudara-saudara tulis ada benarnya,,,kembalikan lagi ke prinsip dan penemuan,serta pendengaran dari yang tahu tentang sejarah Prabu kiansantang/ Sunan Rohmat,,,siapapun beliau dimanapun beliau,saya pikir tidak perlu di permasalahkan,,yang penting kita semua selalu ingat akan semua perjuangan beliu dalam menyebarkan agama islam,,dan ingat akan semua ajaran beliau mengenai tarekat qodiriah yang beliau dalami sampe wafat,dan agar selalu mengirimkan doa seperti Al Fatihah kepada beliau,,( Tsuma illa ruhi khususson Sunan Rohmat,,,Al Fatihah..

  38. setiawan Berkata:

    salam
    sim kuring ti padusunan gegerkalong
    ngiring bingah, masih aya keneh ki sunda anu masih malire kana sajarah karuhunna, nu teu hilap kana purwadaksina… syukur…baraya sunda…
    kuring bade ngiring ujub bae da bongan hoyong teurang
    ka kisundaan saha atuh ki Santang teh nu saleresna,
    tur saha siliwangi teh… kade ah ulah sok disiga siga
    nya… ulah cek beja yu urang paluruh babarengan hasilna urang rempag sauyunan… malah mandar jadi sajarah nu gede pikeun ngayonan modernisasi jaman ieu.
    Siliwangi hartosna silih wangian atawa silihseugitan, yu urang babarengan silih pikawelas tur asih nyaeta nurrahman nurrohim ku kodrat irodat Mantenna.

  39. aceng Berkata:

    Salam ka baraya jawa barat sadayana,
    Leres pisan sim kuring satuju mun nyukruk galur mapay laratan karuhun teh ulah cek beja jeung siga wungkul, tapi kedah dipilari anu sajatina. Jalan salah sahijina urang kedah kersa ngalakonan beberesih diri tina hadas dosa sareng kasalahan. Anu kaduana urang singkabkeun hijab anu ngahalangan kana kayakinan ku jalan istikhoroh ka Alloh, nyuhunkeun widi sareng ridoNa mudah2an dikobul kalayan Kudrat, Irodat katut Pangasih Anjeuna diuningakeun anu sajatina eta sejarah karuhun urang teh kumaha bae carana mah eta mah urusan Gusti Alloh. Saparantosna uninga anu sajatina urang kedah nyonto kana kaluhuran budi sareng kamulyaan akhlak karuhun urang tea. Insy Alloh ku jalan kitu hirup urang moal kasasar di dunya sareng di akherat. Amiin..
    Wassalam,

    Aceng

  40. iwan Berkata:

    sim kuring rada teu percanten yen Prabu Siliwangi dibeberik ku Kiansantang supados lebet Islam da dina Islam teu aya paksaan beragama. pami ngadu elmu ngadugalan mungkin wae, aya babasan saluhur-luhurna taktak moal ngaluhuran sirah-eta babasan cek sepuh2mah ucapan P Siliwangi waktu duelna P siliwangi vs kiansantang.

    aya nu terang sejarah kiansantang ngancurkeun pasukan Majapahit nu nyerang cirebon (pra kerajaan cirebon) ???

  41. yus rusmana Berkata:

    ngiring ngadu bako ka kulawargi sadayana…

    ari saur pribados mah nu penting sanes kuburan jasadna nu penting mah dimana ayena ayana kuburan ilmu kaislamanana anu terkubur. keun wae ari kuburan jasad mah da aya babad caritana hayu urang nyukcruk galur ilmuna keur ngaluhurkeun darajat kaislaman urang sadaya

  42. iqbal ti sukabumi Berkata:

    assalaamu alaikum….bade ngringan nya..
    hatur nuhun kangge sadayana nu tos nulis dina blog ieu. alhamdulillah nambihan informasi kangge sim abdi..mung bade tumaros kasadayana..dupi prabu siliwangi teh aya hubungannana henteu sareng eyang haji surya kencana sareng ibu ratu roro kidul….(hapunteun) soalna ieu mah pangalaman abdi nu sok kahadiran aranjeuna nu sok ngajarkeun elmu akhlak..komo prabu siliwangimah sok ngagugahkeun dina waktos tabuh 1 weungi kanggo ngajak shalat tahajud ( saurnamah tos lebet islam prabu teh). tapi abdimah paling resep pami hadir eyang haji suryakencana (Guru) pami paling isin ku ibu ratu rorokidul (da Pendiam). panginten sakitu heula engkin sambung deui nya…hapunteun sadayana bilih teu percanteun atanapi percanteun etamah kumaha wae.

  43. Agung Ti Bandung Berkata:

    assalam mualaikum wr wb

    terima kasih buat semua yang sdh kasih ilmunya ke blog ini.saya mau tanya benar ga sih klo eyang prabu siliwangi,cakrabuana dll suka datang atawa hadir ke orang2 yang mereka kehendaki,saya punya pengalaman kedatangan/kehadiran mereka tapi saya bingung krn saya awan tentang itu dan klo mau tanya harus tanya ke sapa?? ada yang bisa bantu saya
    trims

  44. moey Berkata:

    alhamdulillah geuning seueurnya nonoman nu resep keneh kanu sejarah2 sunda… saleresna nu kapendak ku abdi di urang mah seueur sejarah nu sok di kaitkeun saring mistik. eta pisan nu sok janten bingung kanu maluruh sejarah-sejarah teh. tapi abdi nganuhunkeun pisan dina blog ieu urang tiasa ngabagi pangalaman antar urang… duh kagagas pisan abdimah pami ngadangu nami-nami nu aya dina cutatan sajarah teh, utamina sejarah cirebon.

  45. Encrut Berkata:

    anu abi erang mah …kiansantang teh jalan di payuneun bumi abi…jl. kiansantang…hatur nuhun…kakakakkaka

  46. akang ti purwakarta Berkata:

    Ka Gunung Jati jeung ka Godog pernah, tapi ka Sancang teu acan.
    Aya anu uninga kitu palih mana di Garutna teh.
    Hatur nuhun.

  47. yoga.isun Berkata:

    asalamualaikum wr,wb…
    mengenai sejarah kian santang semua adalah suatu legenda yang tidak dapat kita yakinin sepenuh…namun untuk semua itu perlu kita pahami dan pelajari…menurut saya kian santang adalah penyebar agama islam khususnya di daerah jawabarat…saya sependapat dengan penulis jika ayahandanya tidak sepaham dengan kian santang yang akhirnya penyebaran agama islam menyebar di daerah jawabarat…akibat semakin luasnya penyebaran islam maka pengikut siliwangi bergeser ke daerah BANTEN yang disebut (suku badui)..mengenai makam kian santang alahualam..keyakinan saya makamnya terletak di antara gn gede dan gn salak yaitu didaeran JAMPANGKULON bogor…trmksh

  48. Asep Berkata:

    allhamdu, seur gening urang sunda nu masih peduli kana karuhuna urang sunda.

    maung pundung datang tungkul
    badak galak datang depa
    oray laki datang numpi……………

    tah eta salah sawios titinggal ti karuhun urang teh!

    + indonesia heunte dijajah salami 350 tahun brow, tapi nusantara duka. da pami teleupat mah indonesia nembe aya kaping 17 agustus 1945.

    hapunten ti pribados
    anu masih turunan kesekian ti dewata niskala galuh/kawali.

  49. C KABAYAN Berkata:

    Wah senang betul bisa membaca sejarah nenek moyang

  50. C KABAYAN Berkata:

    Hanya kalau dikatakan Kian Santang itu murid sayidina Ali saya kurang sependapat karena Imam Ali itu hidup di abad ke VI sedangkan Kian Santang Diabad ke XIV beda delapan abad

  51. C KABAYAN Berkata:

    Haduh jadi waraas yeuh, rupina masih keneh seuer nu cinta kana karuhun urang euy !

  52. Didit ti Bandung Berkata:

    Klo saya g salah, ada dua imam Ali dalam dua versi. Versi pertama memang Ali bin abi Thalib ra, dan yang satu lagi adalah Imam ali bin Muhammad al Hadi. Kedua imam ini memang cocok dengan kurun waktu Prabu Kian Santang Sunan Rohmat Suci Godog belajar agama. http://kian-santang.blogspot.com/2007/09/ulama-sunni-bicara-tentang-12-imam_5942.html.
    Silakan di telaah oleh teman-teman.

  53. Dudi Dermawan Berkata:

    kalau di garut mah makamnya di kaki gunung karacak Godog karangpawitan

  54. sam'un al ghazi Berkata:

    Cerita nyata yang sangat menarik, It’s AMAZING!
    Itulah hebatnya Islam, boleh menggabungkan alam lahir dan alam ruh. Memang benar Prabu Kian Santang bertemu dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah padahal zaman berbeda. Dan yang mengalahkan Gajah Mada adalah Kian Santang dengan Silat Sunda itupun zaman berbeda padahal Patih Gajah Mada lebih dahulu dari Kian Santang. Itulah kehebatan Ruh, Latifur robbaniah, jizmu latif, fu’adun. Karena Al Baqarah 154 mengatakan “apakah engkau mengira orang yang berjuang dijalan Allah itu mati? mereka hidup! dan kamu tidak mengetahuinya. Ini cerita sudah masuk ranah para WaliAllah, wali=wakil. Karena bagi orang2 Tuhan (orang2 barTAQWA) tak ada yang tak mungkin, Tuhan mengikuti perasan mereka saja. Dunia ini bagi mereka dilipat saja! . Dan orang yang paling berTAQWA diantara orang berTAQWA adalah NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW. Memang baginda sudah meninggal, tetapi jasad baginda tidak hancur!!! macam orang tidur saja!!! Wajah yang paling TAMPAN yang pernah ada! Bulan Purnama! Hinggalah Nabi Yusuf pun tersipu malu dengan Baginda Yang mulia! Bila Iman kita kuat, Aqidah mantap! Keyakinan tak tergoyahkan! Kita boleh melihat wajah baginda di Madinah Al Munawwarah. Hanya WAHABI error saja yang melarang! dibuatnya pintu (raudah) dikuncinya pula. Itulah Saudi Arabia kawan dekat Amerika. Makanya jamaah haji pulang tidak membawa haji mabrur, karena mabrur adalah anugerah Tuhan, dan itu Tuhan beriakn kepada Rasulullah SAW, dan beliau lah yang berwewenang memberikan kepada ummatnya. Itulah sistem Pemerintahan Tuhan, Hirarki Kerajaan Langit. Susah sangat kita ummat Baginda mau meluahkan rasa cinta kepada kekasih Allah. Bila lihat wajah Rasulullah SAW diharamkan neraka! Setelah Rasulullah SAW, jasad2 yang tidak hancur adalah jasad para Nabi dan para Rasul, jumlah Nabi ada 124,000 jumlah Rasul ada 313. Lalu jasad orang yang mati Syahid, para Khulafaurrasyidin, para Sahabat Rasulullah yang mulia ada 124.000 orang!!! lalu para Auliya Allah, seperti Junaeid Al Baghdad, Dzunnun Al Misri, Sirri As Saqatti, Syaikh Abdul Qadir Jaelani, Syaikh Bahauddin Naqsyabandi, Syaikh Ahmad Syazili, Syaikh Ahmad Badawi, dll wah banyak banget!!! Itulah hebatnya TUHAN!!! TUHAN!!! TUHAN!!! ampuni kami hambaMU yang lemah terlalu memainkan aqal yang terbatas ini. Sedang IlmuMU tak terbatas, bahkan yang tak terpikir sekalipun ENGKAU mengetahuinya. Punten ah!!

    • Ki Ibun/yoppy y. Berkata:

      Muhun leres kang…
      Orang2 suci nu luhung ilmuna mah tiasa pendak sareng ruh2 yang diistimewakan.
      Walau beda alam n zaman.

      Eta nu kajadian sareng Eyang Prabu Kian Santang pendak sareng Ghoibna/Ruh Syaidina Ali…ku izin Allah, Eyang Prabu mah guguru sareng Nu Ghoib (Syaidina Ali)
      Ilmu tiasa turun cepet (laduni) ari ka orang2 suci mah
      Bissmillah…Kun Fayakun…

      Nuhun

  55. Elang Berkata:

    AA sadayanan nyuhunkeun konfirmasi “moksana” kerajaan Pakuan pajajaran

    Perundingan Yang Sangat Menentukan

    Satu hal yang sangat unik dari personaliti Syarif Hidayat adalah dalam riwayat jatuhnya Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda pada tahun 1568 hanya setahun sebelum beliau wafat dalam usia yang sangat sepuh hampir 120 tahun (1569). Diriwayatkan dalam perundingan terakhir dengan para Pembesar istana Pakuan, Syarif Hidayat memberikan 2 opsi.

    Yang pertama Pembesar Istana Pakuan yang bersedia masuk Islam akan dijaga kedudukan dan martabatnya seperti gelar Pangeran, Putri atau Panglima dan dipersilakan tetap tinggal di keraton masing-masing. Yang ke dua adalah bagi yang tidak bersedia masuk Islam maka harus keluar dari keraton masing-masing dan keluar dari ibukota Pakuan untuk diberikan tempat di pedalaman Banten wilayah Cibeo sekarang.

    Dalam perundingan terakhir yang sangat menentukan dari riwayat Pakuan ini, sebagian besar para Pangeran dan Putri-Putri Raja menerima opsi ke 1. Sedang Pasukan Kawal Istana dan Panglimanya (sebanyak 40 orang) yang merupakan Korps Elite dari Angkatan Darat Pakuan memilih opsi ke 2. Mereka inilah cikal bakal penduduk Baduy Dalam sekarang yang terus menjaga anggota pemukiman hanya sebanyak 40 keluarga karena keturunan dari 40 pengawal istana Pakuan. Anggota yang tidak terpilih harus pindah ke pemukiman Baduy Luar.

    Yang menjadi perdebatan para ahli hingga kini adalah opsi ke 3 yang diminta Para Pendeta Sunda Wiwitan. Mereka menolak opsi pertama dan ke 2. Dengan kata lain mereka ingin tetap memeluk agama Sunda Wiwitan (aliran Hindu di wilayah Pakuan) tetapi tetap bermukim di dalam wilayah Istana Pakuan.

    Sejarah membuktikan hingga penyelidikan yang dilakukan para Arkeolog asing ketika masa penjajahan Belanda, bahwa istana Pakuan dinyatakan hilang karena tidak ditemukan sisa-sisa reruntuhannya. Sebagian riwayat yang diyakini kaum Sufi menyatakan dengan kemampuan yang diberikan Allah karena doa seorang Ulama yang sudah sangat sepuh sangat mudah dikabulkan, Syarif Hidayat telah memindahkan istana Pakuan ke alam ghaib sehubungan dengan kerasnya penolakan Para Pendeta Sunda Wiwitan untuk tidak menerima Islam ataupun sekadar keluar dari wilayah Istana Pakuan.

  56. budak baonxz Berkata:

    Prabu Siliwangi ayana dicirebon…hoyong pendak mah gampil upami panjang mulud sok aya ngilu ngahadiran tapi kedah kabuka heula mata bathina… rarayna pinuh ku rasa kaduhung…bisa diterjemahkeun maksud bahwa islam teh agama nu saleresna…/ieu mah ngaluruskeun wae bilih aya nu kasurupan/ nu gaduh ilmu nyurup aya nu ngaku -ngaku prabu siliwangi tong percanten tina pribadi prabusiliwangi nu saleresna lemah lembut memang raray mah sangar..,sananjan aya nu bisa nyurupkeun prabu siliwangi kana awak jelema. jelema eta kudu kuat ngimbangan ilmu kasaktian prabusiliwangi, sebab ilmu na masih nempel ngilu jeung lelembutan-na…tina cara manggilna oge pasti datang tapi moal ngadeketan paling jaga jarak antara 5 meter ngabandungan nu asup biasana nu boga ilmu nyurupmah mata bathina katutup wajar wae teu bisa ngabedakeun mana asli/mana nu ngaku-ngaku…ieu komentar ditulis berdasarkan pangalaman kuring nu ka-alaman…lain turutaneun wasalam

  57. Toni Berkata:

    Wallohu Alam…sejarah tinggal sejarah yg jelas apakah peninggalan beliau akan kt perdebatkan? apa hasilnya? jalanilah apa yang Allah perintahkan dan yang telah di contohkan oleh Rassul…intina Al-Qur’an & Al-hadist..Wasslm

  58. Joko Hs. Berkata:

    Ada juga saya pernah denger cerita, katanya yang mengislamkan Kian Santang adalah Syekh maulana Ishak, apa betul … ?

  59. Ki Ibun/yoppy y. Berkata:

    Assalamualaikum..Sampurasun…Nuhun dulur sadaya…

    Leres diantara Wali Allah yang mempunyai nama banyak diantaranya adalah:
    Aki Prabu Kian Santang dan Sunan Bonang.

    Di tiap tempat nu kantos didongkapan ku anjeuna gaduh nami2 deui.

    Senjatana oge seueur sareng namina oge seueur.

    Di Tanah Sunda nu pendak sareng Syaidina Ali sareng kenging Islam / guguru langsung (Ghoib)
    nyaeta:
    Prabu Kian Santang/Sunan Rohmat/Embah Jamin/Prabu Borosngora dll… seueur pisan.

    Ku izin Allah. tiasa kajadian sapertos kitu teh…

    Nuhun

Tinggalkan Balasan